Wednesday, June 3, 2009

Shalat Khusyu' membebaskan Jiwa menyehatkan raga



Shalat tak sekadar hubungan pribadi antar manusia dan Allah SWT. Shalat mengandung dimensi luas. Shalat khusyu’ dapat menjadi daya dorong untuk menciptakan kehidupan masyarakat tertib, saling menolong, senang bekerja keras, dan saling mengingatkan di dalam kebaikan.

Sabtu Pagi ,30 Mei 2009 pukul 06.00 WIB Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya telah ramai didatangi ummat
.Motor datang silih berganti,mobil pribadi berbaris panjang.Bus-bus sarat penumpang dengan plat luar kota memadat. Pejalan kaki mengular mengantri di pintu masuk. Pemandangan tak biasa di akhir pekan Masjid besar yang biasa lengang.

Umbul-umbul berwarni warna sponsor ditebarkan mengepung Masjid ramaikan suasana.Beberapa tenda besi berdiri gagah disektor selatan . Meja kayu diisi tumpukan buku, baju,keping vcd,mp 3 maestro training sholat khusyu’ Abu Sangkan rapi.Ada nasi kotak,minuman juga makanan ringan serta cemilan dan jajanan melengkapi pilihan.

Abu Sangkan, magnet pelatihan yang dijubeli orang asal beragam daerah. Menjual tema sholat khusyu’ menarik diperbincangkan.Sering dibicarakan namun menjadi sulit saat dilaksanakan.Terbayang kepiawaian sang tokoh mengolah materi Sholat menjadi membumi.

Jarum Jam menunjuk angka 07.30 wib, acara pembukaan dimulai dengan bacaan Alqur’an.Training sholat dibawakan langsung sesudahnya oleh Ust.Abu Sangkan.
”Dan mohonlah pertolongan(kepada Allah) dengan Sabar dan Salat.Dan (salat)itu sungguh berat,kecuali bagi orang khusyu’ .Kutipan alqur’an dibacakan sebagai alasan kenapa kita perlu mempelajarinya.

Shalat khusyu’ sebenarnya sangat mudah dilakukan siapapun,tetapi tidak semua orang paham dan tahu cara melakukannya.Sumber rujukan terbaik adalah dengan melakukan itiba’ versi Rasul SAW.Shalat khusyu’ tidak perlu dilakukan dengan konsentrasi,atau memejamkan mata, khusyu’bukan olah pikir tetapi olah rasa.

Beliau menjelaskan dengan gamblang, fenomena banyak orang telah shalat tetapi juga masih melakukan kejahatan.Shalat tanpa dilaksanakan dengan cara khusyu’ menimbulkan sakit dan gangguan kejiwaan.Permasalahan hidup yang tidak tersampaikan kepada sang Khaliq tentu menyisakan potensi stress.Sebab seharusnya shalat yang benar dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Sesi pertama diisi kebiasaan lucu,kocak sampai level norak perilaku shalat kita.Slamet Hariadi-nama lahir Ustadz Abu Sangkan sangat pas memotret perilaku salah kaprah kita.Meledaklah tawa membahana memecah suasana.Tak ada yang mampu menahan godaannya semua larut bahagia.

Sesi kedua materi dibawakan setelah rehat shalat dan makan siang, serius karena telah masuk ke substansi .Dipaparkan bahwa shalat adalah harmonisasi kerangka antara jiwa dan raga.Pengalaman saya selama ini justru shalat raga semata ,tanpa shalatnya ruhani .

Penjelasan juga diberikan tentang makna gerakan shalat ditinjau secara klinis dan biologis.Shalat yang tepat gerakannya akan menjadi solusi pengobatan berbagai penyakit.Lewat slide Nampak gerakan shalat sistematik berdampak baik bagi tubuh.Shalat ternyata dibutuhkan oleh raga sebagai gerakan sehat juga jiwa sebagai pembebasan.

Jumlah Raka’at disesuaikan dengan kebutuhan rehat tubuh.Rehat dengan shalat akan banyak mambantu mengurangi stress.Shalat nawafil diperlukan untuk menyeimbangkan kebutuhan fisik,aspek yang berkorelasi dengan hati.

Lebih dalam, lebih tenang

Berikutnya hadirin diajak mengenali diri kita ditinjau dari aspek ruhani.”Saya bukan tubuh kasar ini, saya adalah ruh yang akan kembali kepada Allah SWT” ujar ustadz Abu.Teknik mengenali ruh yang ada di raga kasar cukup unik hanya dengan visualisai dan afirmasi.

Visualisasikan tubuh halus dengan menggambarkan aliran ruh dimulai dari telapak kaki, menuju ke perut, hingga bermuara di tenggorokan.Jadikan takbir sebagai pemicu penyerahan diri total ke kekuatan Maha Sempurna.Visualisasikan bahwa jiwa dan raga menghadap kekuatan yang Maha Besar.

Afirmasi Ustadz Abu dengan cara mengeluarkan ruh,keluar “bertemu,berdialog”dengan Allah.Kita diajarkan membebaskan ruhani untuk bertemu zat yang Maha Luas, Perkasa dan Maha Rahim.Esensi shalat adalah doa ,memohon dan berdialog dengan Allah SWT langsung.

Khusyu’ berarti siap meminta tolong Allah SWT, tanpa kekuatan dan petolongan-Nya kita tidak mampu membersihkan hati menuju Khusyu’.

Mencapai derajat khusyu’ mudah dikenali hanya ditandai sebuah sifat : yakin bahwa dirinya akan menjumpai Allah SWT(dalam shalat) dan suatu hari nanti akan kembali kepada-Nya. Simpel tapi bukan perkara yang mudah rupanya.

Tanda bahwa shalat kita telah mencapai taraf khusyu’,hati tak gelisah,selalu tenang. Kita sebenarnya diberi kesempatan untuk mengadu. Kita adukan semua persoalan kita kepada Allah SWT .Kita adukan semua kebingungan kita, pekerjaan, rizki, kesehatan, cinta, dan apapun. Kita mengadu, dan kita pasrah menunggu dijawab. Dan pasti Allah SWT menjawabnya seketika.

Shalat menghadapkan diri kepada energy,memasrahkan,tunduk.Shalat bukan meditasi,konsentrasi tetapi berkomunikasi dua arah.

Terakhir Ustadz Abu Sangkan membagi tips bagaimana bisa menghadirkan khusyu’ shalat setiap waktu.Semua peristiwa disimpan di bawah sadar oleh otak hanya dengan mengingat proses atau suasananya.Recall,panggil kembali pengalaman ruhani khusyu’ maka Allah akan hadir setiap waktu di kehidupan kita.

Keseluruhan training ini bagus, gaya bertutur sang trainer disampaikan dengan lugas,jenaka dan powerful.Kekurangannya pada tampilan gambar yang kurang terorganisai bagus di layar ,sering mati atau tidak sinkron dengan yang dibicarakan.Bagi yang belum sempat hadir saya rekomendasikan untuk bisa mengikutinya dikesempatan lain.(Lse)

1 comment:

sahidhidayat said...

Sesungguhnya orang2 Mukimin itu adalah orang2 yang ikhlas ( khusyu' ,
mereka tidak pemarah
Mereka tidak pendendam
Mereka tidak Pendengki
Mereka tidak mdh menyerah
Mereka tidak Putus Asa
Mereka tidak stres
Mereka tidak PElit.

Mereka selalu senang ( bahagia )
Mereka selalu syukur
Mereka selalu ringan tangan
Mereka selalu berfikiran baik
Mereka selalu pemenang.

perhatikan setiap masalah yg terjadi, sangat mungkin sholat kita kurang benar, sangat mungkin kita kurang sedekah, dll. ayo sholat yg benar.